Suka Duka Menjadi Seorang Blogger

By Tami Oktari - May 12, 2020


Assalamu'alaikum. Hi beauties,

Rehat sejenak dari review produk, kali ini aku mau cerita mengenai hal yang aku alami, baik suka maupun duka, selama menjadi seorang blogger dari tahun 2015. Sebenarnya sekarang aku udah merangkap kerjaan sebagai Training Coordinator walaupun statusnya hanya part time. 

Sebelum bahas hal menyenangkan, aku bahas sisi lain nya dulu kali ya. Karena kebanyakan orang sering menganggap pekerjaan blogger itu sepele/dipandang sebelah mata dan menggampangkan kerjaan ini. 


Selalu Dapat Kiriman Produk dari Brand
Iya betul, kalau aku kerjasama dengan brand pastinya mereka selalu mengirimkan produknya untuk aku gunakan dan memberikan reviewku terhadap produk tersebut. Selalu ada feedback yang aku kasih ke brand setiap ada kerjasama. TAPIII... bukan berarti aku enggak senang dapat produk gratis ya. Senang banget malah. Karena dengan kerjasama bareng brand itu menandakan brand percaya dengan kita untuk produknya kita review. Tapi terkadang aku sebel dengar omongan orang kalau Blogger itu tukang cari barang gratisan. Kalau dipikir-pikir, siapa sih yang enggak demen gratisan, semua pasti senang kan? Tapi itu bukan berarti menjadikan aku harus 'ngemis' untuk diendorse oleh brand/online shop. Alhamdulillah masih mampu beli sendiri. Kadang aku jadi malu sendiri dengar cerita kalau ada blogger yang minta-minta diendorse oleh brand. Kalau kita memang mau mengajukan kerjasama dengan brand, sampaikan dengan baik yang setidaknya sediakanlah proposal. Jelaskan poin-poin yang pengen dicapai dalam kerjasama tersebut. Walaupun memang terkadang beberapa brand enggak meminta proposal, setidaknya ketika menawarkan kerjasama itu sampaikan dengan kalimat yang baik dan sopan. Tapi aku pribadi enggak pernah menawarkan diri sendiri kepada brand, ini hanya aku lakukan ketika menawarkan kerjasama untuk komunitas.

Capek Cari Ide Konten, Taunya Ada Yang Asal Comot Tanpa Kasih Sumber
Ini agak miris karena biasanya dilakukan oleh orang yang juga menganggap dirinya content creator. Sedih campur kesal karena seharusnya mereka mengerti hal-hal seputaran etika dalam membuat konten. Kebayang enggak sih ketika kalian susah cari ide tapi ditiru orang lain tanpa disebutin sumbernya? Ini enggak sopan dan enggak menghargai banget. Bahkan kalau aku terinspirasi dengan orang lain, followersnya jutaan atau yang followersnya masih dibawah akupun selalu aku cantumkan sumber. Kadang aku enggak bakalan ragu untuk kontak langsung orang yang bersangkutan. 

Butuh Proses Untuk Menghasilkan 1 Konten di Blog
Hal ini berkaitan dengan pembahasan diatas. Bikin konten, entah untuk Youtube ataupun  Blog butuh proses. Jadi tolong jangan asal comot ide orang lain tanpa disebutin sumbernya karena eksekusi ide itu lama. Kalau keliatannya bikin konten review di blog itu gampang dan cepat, kenyataannya enggak sama sekali. Kenapa tetap aku lakukan? Karena aku senang ngelakuinnya, mau kerjasama berbayar atau gratis sekalipun perjuangannya sama. Malah ketika lagi kerjasama dengan brand membuat aku lebih extra dan hati-hati karena pengen mereka puas dan senang. Langkah dalam menghasilkan 1 konten review itu diantaranya foto produk (packaging, tekstur, swatch produk & hasil pemakaian), edit foto supaya terlihat lebih menarik, mencoba produk (bisa 1 minggu - 2 bulan), menulis semua hal yang bersangkutan dengan produk. Bukan hal yang gampang kan? Bukan cuma tenaga yang dibutuhkan, tetapi juga pikiran dan waktu sangat dibutuhkan dalam pembuatan konten. Draft blogku aja udah numpuk banget karena belum dikelarin juga. Jadi tolong hargai sebuah konten

Setelah melihat dari sisi duka nya, sekarang aku mau membahas sisi menyenangkan selama menjadi seorang blogger. Tentu aja hal menyenangkan lebih mendominasi ya.


Mempunyai Banyak Teman Offline dan Online
Enggak dipungkiri sejak fokus di dunia blogger ini, lingkungan pertemanan aku menjadi lebih luas. Bukan hanya di daerahku aja tapi juga dari seluruh daerah di Indonesia. Saling bertukar pikiran dan saling support dalam hal konten. 

Hobi Yang Dibayar
Aku udah mulai ngeblog sejak 2010 tapi isi konten hanya seputaran dunia kuliah dan bahkan curhat haha. Mulai fokus untuk bahas beauty di tahun 2015 dan mencoba rutin untuk update minimal 1x dalam sebulan. Hal yang bikin aku makin semangat untuk ngeblog adalah ketika ada tawaran kerjasama dari sebuah brand. Jujur, aku terharu dan senangnya bukan main walaupun pada saat itu kerjasamanya belum berbayar. Tapi bagi aku itu adalah sebuah batu loncatan yang membuat aku bisa ada di tahap sekarang. Belajar lebih banyak lagi supaya konten bisa dinikmati oleh orang dan membuat viewers yang mampir ke blogku merasa waktunya ‘worth it’ dihabiskan dengan membaca tulisanku.


Beberapa waktu lalu aku pernah iseng searching nama sendiri di Google dan nemu artikel salah satu blogger yang membahas 'Blog Favorit untuk Blogwalking' . Di artikel tersebut, blogku disebut diantara blog favorit lainnya. Bahagia banget ternyata ada yang menjadikan blogku sebagai salah satu favoritnya. Thank you so much~♡

Mencoba Berbagai Produk Kosmetik
Bagian paling menyenangkan karena fokus kontenku adalah kecantikan. Ketika paket datang, entah itu pr package dari brand atau belanjaan aku sendiripun, aku super excited untuk unboxing (padahal aku udah tau isinya) dan mencoba langsung produknya. Kosmetik ini juga bisa menjadi moodbooster buatku. Kalau lagi bosan, aku tinggal main dengan peralatan makeupku. Rasa bosan berkurang dan justru malah bisa menghasilkan konten. Produk favoritku adalah lipstick dan eyeshadow. 

Melatih Diri Untuk Menulis Lebih Baik Lagi
Blogger itu erat kaitannya dengan menulis. Tulisan yang ada dikepala dituangkan semua dalam media blog. Jangan sampai asal-asalan dalam nulis konten. Biasanya awal menulis, aku hanya menulis gambaran besarnya aja. Nantinya akan aku lengkapi dan setelah semuanya lengkap, akan aku periksa lagi untuk memastikan apakah kontennya udah bisa tayang atau enggak. Kalau kalian masih pemula/baru di dunia blogger, bisa terus belajar supaya kemampuan menulis bisa meningkat. Aku enggak merasa pro atau sejenisnya karena akupun masih harus banyak belajar. Rasanya malu ketika asal publish artikel tapi enggak ada ‘isinya’. You know what i mean, right? Cara penulisan yang baik dan benar juga harus diperhatikan. Kosakata juga diperbanyak. Kebetulan aku senang baca, jadi hal ini bisa menjadi inspirasi aku dalam menulis. Kalian juga bisa blogwalking ke blog para master untuk dijadikan panduan dalam menulis blog. Aku juga terima kritikan dan saran mengenai blogku yang bisa menjadi perbaikan ke depannya

Bisa Mengerjakan Konten Dimanapun dan Kapanpun
Nilai plus sebagai seorang blogger adalah bisa dikerjakan dimanapun dan kapanpun kalian mau. Walaupun tetap kita harus pandai menyusun waktu agak kerjaan lain enggak terganggu.

Jadi, aku mau memperjelas sekali lagi, apapun pekerjaan kalian pasti ada suka dukanya. Ketika kalian melihat hal menyenangkan dari pekerjaan seseorang, sesungguhnya ada sisi lain yang tersembunyi dibalik hal menyenangkan tersebut seperti perjuangan yang harus dilalui orang tersebut bahkan hal yang harus dikorbankan ketika berada di posisi tertentu.

Sekian cerita mengenai suka duka blogger dari sudut pandangku. Semoga bisa menjadi gambaran bagi kalian yang non-blogger ataupun yang berniat terjun ke dunia blogger. Mungkin mulai sekarang di sesi Random Talk by Tami ini aku hanya bahas seputaran blog dan beauty ya. Pembahasan lainnya akan aku alihkan ke blog keduaku. 

See you on my next story, bye~♡


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan tinggalkan komentar, kritik atau saran mengenai konten ini. Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Thank you~♡