Pengertian Mengenai Plasenta Previa

By Tami Oktari - May 05, 2019


"Plasenta Previa pada ibu hamil"


Plasenta previa merupakan sebuah kondisi kehamilan yang terbilang cukup berbahaya  yang dikarenakan oleh posisi plasenta (ari-ari) yang berada dibagian bawah rahim sehingga akan menutupi sebagian atau keseluruhan leher rahim. Pada kondisi kehamilan normal, biasanya rahim akan berkembang dan plasenta pada posisi normal serta akan melebar ke arah atas yang menjauhi leher rahim. Plasenta ini sedniri adalah organ yang bertugas untuk menghubungkan antara ibu dan janin, yang berperan sebagai penyalur oksigen dan nutrisi ke janin. Plasenta previa udah ditemukan sekitar 4 dari setiap 1000 kehamilan yang berusia 20 minggu . Nah kira-kira apa sih penyebabnya?

Menurut informasi yang didapat, yang menjadi penyebab dari berubahnya posisi plasenta menjadi ke bawah itu dikarenakan oleh plasenta previa yang terjadi pada awal kehamilan. Akan tetapi, jika kamu mengalami hal ini dalam waktu yang dekat menjelang persalinan, hal ini bisa menyebabkan masalah yang lebih serius berupa pendarahan. Biasanya, volume darah yang akan keluar ketika pendarahn itu bisa ringan ataupun parah. Pendarahan tersebut biasanya akan berhenti dengan sendirinya tanpa penanganan khusus, tapi bisa terjadi kembali pada beberapa hari sampai beberapa minggu kemudian. Enggak hanya itu, kondisi plasenta previa juga akan diikuti oleh rasa nyeri di bagian punggung bawah serta mengalami kontraksi. 

Tapi kamu enggak perlu khawatir, karena enggak semua ibu hamil aka mnegalami kondisi plasenta previa ini. Membatasi kegiatan supaya tubuh enggak kelelahan adalah salah satu cara terbaik  yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Jika kamu mengalaminya pada trimester kedua ataupun ketiga, sebaiknya langsung kamu segera memeriksakan diri ke dokter kandungan terdekat, terlebih jika pendarahannya cukup parah. Adapun mengenai istilah yang digunakan untuk mengetahui jenis-jenis plasenta previa adalah sebagai berikut:

Plasenta previa lengkap cenderung pada situasi, dimana plasenta benar-benar udah menutupi permukaan dari rahim ke leher rahim. 
Plasenta previa parsial mengacu pada plasenta yang menutupi sebagian  pembukaan serviks  (pendarahan yang bisa terjadi setelah leher rahim mulai membesar).
Plasenta previa marginal lebih cenderung pada plasenta yang terletak berdekatan dengan serviks.

Istilah plasenta previa letak rendah atau plasenta rendah udah digunakan untuk jenis plasenta previa  dan plasenta previa marginal. Ada juga mengenai istilah plasenta previa anterior dan plasenta previa posterior yang terkadang digunakan setelah pemeriksaan USG, yang dilakukan untuk menggambarkan posisi yang tepat untuk plasenta dalam rongga rahim dengan jelas.

Ada beberapa faktor yang bisa memicu kondisi plasenta previa, beberapa diantaranya adalah
Merokok saat hamil atau menggunakan kokain serta minum minuman beralkohol
Pernah menjalani operasi pada rahim, seperti kuret, pengangkatan miom, dan operasi caesar.
Berusia 35 tahun keatas
Pernah mengalami keguguran
Mempunyai bentuk rahim yang enggak normal
Kehamilan sebelumnya juga pernah mengalami plasenta previa
Posisi janin yang enggak normal, misalnya melintang atau sungsang
Hamil bayi kembar

Dalam beberapa kasus, plasenta previa ini terjadi karena plasenta tumbuh lebih besar untuk mengompensasi penurunan fungsi, maupun kebutuhan untuk fungsi yang jauh lebih besar lagi. Alhasil, hal tersebut membuat plasenta tumbuh di area yang lebih besar yang bisa mengingkatkan resiko plasenta previa pada wanita hamil. Walaupun penyebab dari masalah plasenta previa ini belum diketahui secara pasti, tapi faktor-faktor diatas tadi bisa diyakini sebagai pemicunya.

*Disclaimer: Artikel ini adalah content placement





  • Share:

You Might Also Like

0 komentar