NGOPI CANTIK #7: Mengulik Fakta dan Mitos Tentang Skincare

By Tami Oktari - October 26, 2018


Assalamu'alaikum. Hai semuanya~

Pernah enggak sih kalian percaya dengan suatu artikel dan 'menelan' mentah-mentah informasi yang diberikan tanpa tau kebenarannya? Ngaku deh pasti sering ya gampang percaya dengan info yang ntah fakta atau sekedar mitos. Enggak usah segan segan mengakui karena akupun juga gitu. Makanya pas tau Beautiesquad comeback dengan Ngopi Cantiknya yang juga menggaet salah satu Beauty Blogger yang dikenali suka mengulik skincare, yaitu Mia dari www.insommia.net, akupun semangat ikutan. Auto daftar!!^^


Mia belajar soal skincare ini benar-benar otodidak karena punya mild seborrheic dermatitis. Untungnya sekarang udah mrmbaik. Dari sinilah akhirnya beliau ketagihan banyak untuk baca jurnal, walaupun enggak paham-paham amat tapi belaiu merasa senang karena juga bisa bantu sharing ke trman-teman yang juga suka kosmetik.

Kali ini Mia bakal 'ngebocorin' 5 hal penting yang sering dianggap salah kaprah oleh netizen sekalian. Aku sih udah yakin banget hal-hal yang aku percayai bakalan jadi salah satu poin yang dibahas oleh Mia. Apa itu? Yuk kepoin dulu ya~


No!! Itu tidak benar buk ibuk. Enggak semua kosmetik natural itu safe dan enggak semua produk sisntetis, yang diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan kimia itu berbahaya. Masih banyak dari kita yang suka ngeshare "produk ini aman tanpa bahan kimia", itu menurut Mia secara konteks salah. Maaf kalau menyinggung tapi ini benar dan penting banget diketahui.

Contohnya, misal kita ngomongin soal water, yang pasti banyak terdapat di toner, moisturizer, lotion dan lainnya itu pastinselalu jadi ingredients pertama atau kedia yang dicantumkan di keterangan produknya. Water > Aqua > Air > H2O. Water itu natural, safe (aman) selama enggak ada rasa, bau dan warna yang aneh. Tapi seperti yang diketahui bersama, yang namanya air itu ada namanya di ilmu kimia yaitu H2O. Jadi enggak bisa dibilang natural itu enggak mengandung unsur kimia.

💘💘💘

Jadi paraben ini sifatnya sintetis, yaitu dibikin dengan menggunakan unsur-unsur kimia, bukan berasal dari alam. Salah satu alasan kenapa banyak orang takut dengan paraben karena 'katanya' merupakan penyebab kanker payudara. Nah kalau kalian pernah liat salah satu artikel dari @labmuffinbeautyscience, sebetulnya ada mispersepsi soal paraben ini.

Sejarahnya gini, media sempat menggembar-gemborkan bahwa paraben sebagai reseptor estrogen yang bisa mempengaruhi hormon wanita. Estrogen ini dikaitkan dengan penelitian kanker payudara dan ketidakmampuan wanita melakukan reproduksi. Mereka salah mengartikan gara-gara ada penelitian yang dilakukan tahun 2004 terkait kanker payudara, dimana katanya di jaringan yang ada di dalam payudara ditemukan paraben.

Hanya saja sebenarnya jumlah paraben yang ditemukan itu, ibarat sejumput pasir yang digenggam pas lagi di Sahara. Artinya, sedikit bangt. Jadi, kalau ada green beauty campaign yang nyebut "no paraben, no lanolin, no SLS", buat Mia itu merupakan pembodohan. Setelah diperhatikan, di Indonesia ini kebanyakan produk itu menggunakan ethyhexylglycerin, Phenoxyethanol, sama DMDM hyantoin buat bahan pengawet kosmetik.

Sampai sejauh ini, paraben termasuk yang paling aman karena udah ratusan tahun semenjak ditemukan sampai sekarang, kasus alergi atau kasus yang membuat paraben dianggap berbahaya itu sangat sedikit.

💘💘💘

No! Bahan-bahan ini natural karena mineral oil dan petrolatum itu terbentuk dari hidrokarbon. Jadi kedua bahan ini safe ya buk ibuk. Banyak orang yang takut karena disebut-sebut kalau mineral oil dan petrolatum ini berasal dari petroleum. Petroleum itu cairan yang ditemukan dibawah batu sedimen, biasanya dipakai untuk bahan bakar mobil (bensin) dll. Tapi petrolatum ataupun mineral oil yang dipakai di skincare itu hasil distilasi dan kalau misal ternyata produsen membeli mineral oil dan petrolatum yang diproses purifikasi terbaik, sebetulnya itu bahan yang enggak akan bikin clogged pores.

Jadi misalnya kita beli produk yang mengandung mineral oil dan ternyata malah bikin komedoan atau jerawatan, belum tentu itu penyebabnya. Bisa jadi memang sejak awal pori-pori kamu tersumbat tapi enggak sadar, atau bahan mineral oil  yang dipakai bukan hasil purifikasi terbaik. Jadi semacam produsen beli yang versi murah meriahnya untuk menekan cost produksi. Itu kemungkinannya ya. Jadi jangan langsung 'nuduh' skincare nya kalau enggak berguna di kulit kita.
💘💘💘

Dimulai ketika tren menggabungkan unsur metal ke skincare, tim marketing ngelaunch tren ini supaya pada banyak yang beli. Yakin deh pasti ada yang pernah pakai karena Mia sendiripun memang pernah dikirimin produk yang mengandung partikel nano gold. Sampai sejauh ini, kalau mau ngomongin soal unsur metal, yang paling bisa dipercaya itu copper-peptide. Karena udah ada cukup banyak penelitian yang mengarah ke sana dan peptide sendiri emang salah satu bahan menjanjikan untuk anti aging.

Untuk collagen, ada istilah hydrolyzed collagen. Jadi intinya, berupa collagen yang dipecah-pecah lagi hingga menjadi molekul terkecil. Hal ini agk sedikit bikin pusing ya tapi kalau dipikir lagi setidaknya seroang beauty blogger perlu tau seenggaknya apa itu Dalton Rule. Gampangnya sih, Dalton Rule itu salah satu cara yang bisa dipakai untuk menentukan apakah suatu bahan skincare itu atau drug (obat) yang bisa dijadikan skincare. Kalau nilainya masih dibawah 500, maka sifatnya drug. Sedangkan jika nilainya diatas 500, maka sifatnya skincare.

Jadi itu dia 5 poin yang infonya paling banyak simpang siur yang ujungnya malah jadi salah paham. Eits, jangan sedih!! Pembahasan masih berlanjut lho. Masih pada sanggup kan ya untuk baca bahasan selanjutnya? Karena ternyata banyak banget lho yang penasaran dengan tema kali ini~


Mengenai hal ini, harusnya BPOM itu ngegenjot lebih strict lagi. Karena menurut Mia, sekarang banyak produk beredar atas izin BPOM tapi tanpa pengecekan dari BPOM sendiri. Dari yang dibaca oleh Mia, kode izin edar dengan kode sudah dicek oleh BPOM itu sendiri berbeda lho. Untuk izin edar itu namanya notifikasi kosmetik, sementara nomor registrasi BPOM diberikan oleh BPOM setelah sampel produknya diuji. Sayang banget ya sebenanrnya karena BPOM ini enggak seperti FDA. FDA itu semacam BPOM di Amrik.


Nah untuk hal ini biasanya Mia selalu baca dulu bagian komposisi buat milih yang safe buat kulit. Ini yang paling penting buat diketahui, kalau misal ada komposisi berupa aqua tanpa satupun bahan pengawet, jangan pernah beli. Karena air itu perlu bahan pengawet dan embel-embel natural sekarang itu selalu mengarah ke 'tanpa bahan pengawet'. Kalau misalnya mereka enggak menggunakan bahan pengawet seperti Pyunkang Yul Essence Toner tapi mencantumkan PAO (misal 6 bulan), buat Mia itu masih safe. Mia pun cenderung menghindari produk yang non cruelty free karena banyak yang dibuat di China dan yang di China dipalsuin kemudian dijual lagi di Indonesia. Jadi enggak begitu yakin yang beredar dan dijual bebas di e-commerce 100% asli, bisa jadi suatu saat zonk yang ternyatamalah beli palsu dan dipakai pula. Jadi itu alasan kenapa Mia milih brand cruelty free untuk menghindari kemungkinan dapat barang palsu. Tapi ini semua kembali ke preferensi masing-masing ya^^


Sebenarnya aturan itu dibuat karena melihat dari rata-rata yang dibutuhkan konsumen dalam pemakaian produk tersebut, mirip kayak minum obat, ada tujuan tertentu. Efeknya bakal ketahuan pas overdose, pasti ada reaksi tertentu di kulit kita. Tapi misalnya nih ya, untuk pemakaian masker yang katanya 2-3 kali seminggu, itu tetap tergantung kulit kita masing-masing. Kalau memang kulit 'badak' dan memang perlu banyak, kenapa enggak? Mia sendiri pun pakai AHA setiap hari dan sejauh ini menurut Mia merupakan cara efektif. Padahal ada anjuran pemakaian hanya 2-3 kali seminggu.


Hmm emang susah ya kalau mau jujur tapi tidak menyakiti hati klien. Biasanya sih kalau Mia menggunakan bahasa yang sedikit diperhalus, misal: "Walaupun no paraben sebenarnya paraben sejauh ini masih dianggap safe kok. Kecuali jika kamu alergi paraben maka jelas lebih baik dihindari produk yang mengandung paraben". Jadi selalu menyebut kalau enggak ada alergi dengan bahan tertentu ya sebenarnya itu aman. Jadi jika concern kamu adalah produk tanpa bahan Y, maka kamu bisa mempertimbangkan membeli brand A.


Yap, boleh kok nyimpan skincare di kulkas dalam waktu yang lama. Karena hal yang bikin kita untuk simpan produk di kulkas itu supaya tekstur, warna dan wanginya tetap terjaga sekaligus menghindari dari jamur juga. Ada produk yang bisa seperti ini kalau enggak dimasukin kulkas, ada juga produk yang tetap baik-baik aja walaupun enggak disimpan d kulkas. Contohnya seperti Vasellin atau clay mask.


Kalau sesuai anjuran sekitar 2-3 kali seminggu. Tapi Mia sendiri pun pamai lactic acid  yang TO sama serum X FSS hampir tiap hari, selang-seling karena tau kalau dua-duanya mild dan kulitnya bisa mentolerir. Pas berjerawat justru bakal lebih cepat pulih pas pakai chemical peeling. Di awal avak sebel karena jerawat nambah banyak banget tapi jadi lebih cepat diganti kulit barunya.


Yang pasti supaya keadaan skin barriernya bisa seimbang harus ada produk hydrator yang dipakai. Kalau tipe kering itu pakai humektan seperti glycerin atau occlusive sejenis wax atau oil. Soalnya kalau skin barriernya bermasalah, gampang banget timbul masalah kulit. Jadi buat rescue bagusnya, yang pertama yaitu kontrol kesehatan. Kedua, pakai sabun cuci muka yang pH friendly. Ketiga, pakai produk yang bisa ngerepair ski  seperti yang mengandung ceramide, urea, vitamin B4. Dan yang terakhir adalah pakai sunscreen yang emang udah cocok banget di kulit, kecuali kondisi kulit beda jangan ganti-ganti.

Gimana nih, udah pada terjawab belum pertanyaan di benak kalian mengenai serba-serbi dunia skincare yang pastinya ada beberapa yang dipercaya tapi ternyata itu salah? Hmm, yuk mulai melek terhadap skincare dan bahan-bahannya supaya kita jadi lebih paham lagi mengenai produk yang kita pakai di kulit kita,

Sekian dulu sesi Ngopi Cantik bareng Beautiesquad kali ini. Jangan lupa cek sesi sebelumnya dengan topik yang enggak kalah seru lho. Sampai jumpa di postingan berikutnya ya~

Bye :*


  • Share:

You Might Also Like

11 komentar

  1. Abis baca postingan ini mungkin setelahnya selain harga hal pertama yg aku liat kalau beli skincare adalah ingredient 😂😂

    ReplyDelete
  2. Aku selama ini kurang teliti sama ingredients. Ternyata ingredients itu penting ya beb

    ReplyDelete
  3. Info bermanfaat banget beb 😍😍 selama ini aku kurang cermat sih soal ingredients. Tapi berusaha cari yg cruelty free/ no animal tested. Terus sih sebelum beli biasa cari-cari review nya di blog/youtube/instagram gak cuma satu/dua jadi bisa buat pertimbangan pertimbangan.

    ReplyDelete
  4. Wah. ..keren banget loh.. Postingan gini.. Ini dibutuhin banget buat beauty blogger. Supaya gak salah informasi.

    ReplyDelete
  5. Aku sejak hamil juga jadi mulai aware sama ingredients. Jadi suka dicek dulu, apa aman buat aku atau nggak hehe. Dan soal paraben emang masih banyak yg kemakan sama artikel kalo paraben itu berbahaya, padahal kalo emang berbahaya, ga akan mungkin produk tsb bisa lolos ke pasaran apalagi produk2 dr luar yg menurutku punya badan pengawas obat/kosmetik yang lebih strict daripada di Indonesia. Bahkan sekelas wardah yg selalu jadi patokan buat kosmetik untuk muslimah juga masih pake paraben kok 😁😁

    ReplyDelete
  6. Wah ini nihh penting bgt, emang harus mikir deh kalau soal ingredients. Harus tau bahan apa yg ga bisa dicampur". Bahan A gaboleh dicampur sama bahan B. Ribet yak 😂

    ReplyDelete
  7. Aku salfok sama foto2 pertanyaannya. Tapi emg bermanfaat bgt nih ngopcan skincare ini. Ilmu nya dpt banget!

    etherealpotato

    ReplyDelete
  8. Wah ini nih informasu yang ditunggu-tunggu. Informasi ini beneran bermanfaat banget meski rada pusing baca nama-nama kimia yang susah dicerna

    ReplyDelete
  9. aku juga masih banyak banget nih yang belum ngerti soal si skincare, sygnya kmren gabisa ikutan huhuhu

    ReplyDelete
  10. wah sharingnya sangat bermanfaat sekali 😍 nambah ilmu baru

    ReplyDelete
  11. Kalau aq sih emg konsen ke skincare yg alami ya krn kulit wajah adalah investment

    ReplyDelete